Laman

Kamis, 14 Maret 2013

Sosialisasi




            Sekolah SMA di Medan dan kuliah di Bekasi membuat saya sedikit tidak percaya diri untuk kuliah disini. Tapi dengan kemampuan saya mudah bersosialisasi, itu tidak terlalu sulit bagi saya. Saya akan tetap menjadi diri sendiri tanpa harus menutupi sifat saya sebenarnya. Lambat laun rasa tidak percaya diri saya semakin hilang, ini karena saya mempunyai teman yang mau menerima saya apa adanya.
            Walaupun kadang kala saya berbicara dengan mereka menggunakan bahasa daerah dan nada berbicaranya sedikit aneh, tapi mereka memaklumi itu semua. Dengan ilmu yang saya miliki selama di Medan pastinya berbeda dengan mereka yang sekolah disini. Setelah berjalan 1 semester selama kuliah, saya sangat puas dengan nilai saya. Ini semua karena saya berusaha untuk mengejar ketertinggalan saya dan teman-temanyang mau berbagi ilmunya kepada saya.
            Sampai saat ini teman saya semakin banyak, saya tidak pernah merasa sendiri lagi. Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman yang sudah mau berteman dan mempercayai saya. Semoga kita dijauhkan dari perselisihan. Amin..

Menjaga Kepercayaan




            Dasar dari saya kuliah bukan hanya mencari ilmu melainkan juga suatu kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk benar-benar menjalani semuanya. Dengan biaya yang tidak sedikit tentunya saya harus berusaha jangan ada sedikit pun kesalahan yang terjadi. Apalagi yang menguliahkan saya itu adalah orang lain, sudah seharusnya saya tidak merusak kepercayaanya.
            Saya sangat bersyukur bisa kuliah, karena saya ingin membuat kehidupan keluarga bisa lebih baik lagi. Apalagi saya anak pertama dari 3 bersaudara, yang nantinya akan menjadi tulang punggung keluarga. Saya akan terus berusaha dan berdoa agar saya dipermudah dalam menjalani hidup ini.
            Walaupun orang yang menguliahkan saya berbeda agama, tapi saya akan terus berdoa untuknya agar usahanya lancar dan selalu diberi kesehatan. Tidak hanya dikuliahkan saja saya, tapi juga diberi tempat tinggal yang semua fasilitas dan sarana transportasi juga diberikan. Selain itu ayah saya juga diber pekerjaan yang layak dan ringan.

Susah dan Senang Hidup di Kota Metropolitan



           Sebagai seorang perantau tidaklah mudah, apa lagi jika di kota metropolitan. Persaingan hidup sangat ketat, selain itu juga pengaruh pergaulan yang sangat mengerikan. Saya yang sudah hampir 3 tahun tinggal di kota ini sudah banyak melihat kehidupan yang sebenarnya sangat memprihatinkan. Seperti cara orang-orang bekerja yang tidak mengenal waktu, demi untuk mencukupi kebutuhan keluarganya harus bekerja dari pagi sampai pagi lagi. Biaya hidup yang mahal dan lapangan kerja yang terbatas menjadi salah satu kendalanya.
          Sebagai contoh dilingkungan rumah saya, bekerja memotong kardus dari bahan plastic yang dihargai 1 kg sebesar Rp.400,-. Sehari hanya mendapatkan 50 kg karena terbatasnya bahan dan orang yang bekerja juga banyak, jadi harus dibagi-bagi. Dengan pendapatan Rp.20.000,-/hari mereka harus membagi-bagi uang tersebut untuk bisa membayar uang sewa rumah dan kebutuhan sehari-hari.
      Sudah banyak kejadian criminal diakibatkan kebutuhan ekonomi yang tidak cukup, selain itu juga banyak orang yang menjadi stress oleh himpitan ekonomi. Beruntung sekali bagi orang yang hidupnya penuh kecukupan, cukup dengan mengatur keuangannya dengan baik maka hidupnya tidak akan mengalami kesusahan. 
       Bagi yang mempunyai banyak uang pasti hidup di kota metropolitan sangat menyenangkan. Semua kebutuhan hidup sudah tersedia disini, kualitasnya bagus semua. Fasilitas dan sarana yang baik menjadi daya tarik bagi semua orang ingin hidup di kota metropoliatan. Tanpa tahu dibalik itu semua ada resiko yang pasti akan terjadi.

Pengalaman Pertama Naik Kereta Api



            Belum lama ini saya naik kereta api untuk pertama kalinya. Saat itu saya ingin pergi mengikuti seminar yang diadakan dikampus. Saya tidak hanya sendiri pergi kesana melainkan dengan teman-teman sekelas juga. Karena jadwal seminar diadakannya pagi, maka saya pun harus berangkat lebih cepat untuk menuju ke stasiun agar tidak ketinggalan kereta
   Waktu kedatangan kami ternyata tepat waktu dengan waktu seminarnya. Sehingga kami langsung masuk ke ruangan seminar tersebut. Sekitar 3 jam kami mengikuti seminar tersebut, setelah selesai mengikuti seminar kami pun makan bersama disebuah tempat makan disekitar kampus.
Hari juga semakin siang, kami pun bergegas untuk kembali pulang. Kebetulan sekali jarak stasiun dengan kampus dekat, jadi kami tidak perlu waktu lama untuk menuju kestasiun. Sesampainya di stasiun tempat kami berangkat, kami pun pulang kerumah masing-masing dengan selamat. Ternyata kesan saya naik kereta sangat menyenangkan. Saya tidak perlu kecapekan menempuh perjalanan sekitar 90 menit karena saya hanya duduk saja. Tidak seperti yang saya lakukan sebelumya dengan menaiki motor, sudah macet ditambah lagi kecapekan membawa motor.

Kamis, 29 November 2012

Bahasa Indonesia 1


NAMA    : RIA SETIA
NPM        : 15110853
KELAS    : 3KA24










Soal :

Mendatar:
1. Standar/Asal
3 .Macam/Jenis
6. Ahli Bahasa
7. Sinonim Arti
8. Arti(B.Latin)
9. Van..(Penyusun Ejaan Resmi B.Melayu)
11. Tanda Baca Pengakhir Ungkapan
15. Tanda Baca Pemisah Bagian Kaliamt Yang Sejenis & Setara
17. Bahasa Resmi Ri
18. Kata Ganti Orang Ke-3 Tunggal
19. Kata Ganti Orang Pertama Jamak
20. Kata Ganti Orang Pertama Tunggal

Menurun:
1. Sistem Lambang (Bunyi) Yang Arbitrer
2. Susunan Kata Yang Mengandung Pokok Pikiran
3. Lawan Ragam Biasa
4. Sumber Utama B.Indonesia
5. Pelaku Perbuatan
10. Tata Aturan Pelembaga Bunyi Ujar,Tanda Baca,Peotongan Kata, Dan Penggabungan Kata
12. Tanda Baca Yang Diikuti Ungkapan Ragam/Rincian
13. Kenyataan
14. Keberadaan Seorang Ditempat Lain Ketika Peristiwa Pidana Terjadi
15. Tanda?
16. Tanda Baca Pemerinci

Jawaban :


Mendatar:
1.Baku
3.Ragam
6.Linguis
7.Makna
8.Sema
9.Ophuijsen
11.Titik
15.Titikkoma
17.Indonesia
18.Dia
19.Kami
20.Aku

Menurun:
1.Bahasa
2.Kalimat
3.Resmi
4.Melayu
5.Subyek
10.Ejaan
12.Titikdua
13.Fakta
14.Alibi
15.Tanya
16.Koma

Jumat, 26 Oktober 2012

Softskill Bhs Ind 2


NAMA    : RIA SETIA
NPM        : 15110853
KELAS    : 3KA24
PENGANTAR MOBILE COMMERCE
A.    Definisi M-Commerce
            Ada banyak definisi mengenai Mobile Commerce, atau lebih dikenal dengan m-commerce, m-business, dan pervasive computing. Berikut adalah beberapa definisinya :
a.       Segala bentuk transaksi dengan nilai moneter yang dilakukan melalui jaringan telekomunikasi bergerak/mobile.[1]
b.      Bentuk E-Commerce yang dilakukan dalam lingkungan nirkabel/wireless.
B.     Jenis Aplikasi M-Commerce
            Aplikasi m-commerce dikelompokkan oleh Varshney dan Vetter (2001) menjadi 12 kelompok seperti tabel dibawah ini. Pengelompokkan ini mencakup hampir semua aplikasi yang sudah ada di tahun 2001.[2]

DAFTAR PUSTAKA
Durlacer Research. Mobile Commerce Report, (durlacer.com),2000 .
U.Varshney and R.Vetter, A Framework for the Emerging M-Commerce Applications, Proccedings 34th  HICSS, Hawaii, Januari 2001.

LEPKOM, Building Mobile Commerce Solution, Universitas Gunadarma, Depok, Agustus 2004.


[1] Durlacer Research. Mobile Commerce Report, (durlacer.com),2000 .
[2] U.Varshney and R.Vetter, A Framework for the Emerging M-Commerce Applications, Proccedings 34th HICSS, Hawaii, Januari 2001.