Laman

Kamis, 14 Maret 2013

Susah dan Senang Hidup di Kota Metropolitan



           Sebagai seorang perantau tidaklah mudah, apa lagi jika di kota metropolitan. Persaingan hidup sangat ketat, selain itu juga pengaruh pergaulan yang sangat mengerikan. Saya yang sudah hampir 3 tahun tinggal di kota ini sudah banyak melihat kehidupan yang sebenarnya sangat memprihatinkan. Seperti cara orang-orang bekerja yang tidak mengenal waktu, demi untuk mencukupi kebutuhan keluarganya harus bekerja dari pagi sampai pagi lagi. Biaya hidup yang mahal dan lapangan kerja yang terbatas menjadi salah satu kendalanya.
          Sebagai contoh dilingkungan rumah saya, bekerja memotong kardus dari bahan plastic yang dihargai 1 kg sebesar Rp.400,-. Sehari hanya mendapatkan 50 kg karena terbatasnya bahan dan orang yang bekerja juga banyak, jadi harus dibagi-bagi. Dengan pendapatan Rp.20.000,-/hari mereka harus membagi-bagi uang tersebut untuk bisa membayar uang sewa rumah dan kebutuhan sehari-hari.
      Sudah banyak kejadian criminal diakibatkan kebutuhan ekonomi yang tidak cukup, selain itu juga banyak orang yang menjadi stress oleh himpitan ekonomi. Beruntung sekali bagi orang yang hidupnya penuh kecukupan, cukup dengan mengatur keuangannya dengan baik maka hidupnya tidak akan mengalami kesusahan. 
       Bagi yang mempunyai banyak uang pasti hidup di kota metropolitan sangat menyenangkan. Semua kebutuhan hidup sudah tersedia disini, kualitasnya bagus semua. Fasilitas dan sarana yang baik menjadi daya tarik bagi semua orang ingin hidup di kota metropoliatan. Tanpa tahu dibalik itu semua ada resiko yang pasti akan terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar